Rabu, 14 Maret 2012


Haju Kencing (apa bhs indonesian e?)

Orang Ruteng sering menyebutnya haju kencing. Saya sendiri tidak tahu apa bahasa ilmiah untuk haju kencing ini. Dulu, waktu saya masih kecil, haju kencing banyak dijumpai di seputar kota Ruteng, terutama di ruas jalan dalam kota. Saat ini, haju kencing sudah sangat jarang ditemui. Foto yang saya ambil ini adalah foto haju kencing di depan Efata (Bruderan St. Aloysius Ruteng). Haju kencing banyak menyerap air, sehingga bakal bunganya sering dijadikan mainan oleh anak-anak. Di dalam bakal bunga tersebut banyak mengandung air, dan kebetulan buahnya berujung lancip, sehingga kalau buahnya dipencet akan menyemprotkan air (seperti orang lagi kencing hehehe, mungkin karena itu orang menyebutnya haju kencing).

Tangga memetik cengkeh


Tangga untuk memetik cengkeh

Tangga memetik cengkeh (di Mano) terbuat dari batang bambu, dengan ukuran rata-rata belasan meter, tergantung dari tingginya pohon cengkeh. Anak tangganya juga terbuat dari bilah bambu (seperti pada gambar) Tangga bambu ada yang tingginya sampai 15 meter. Ujung atas bambu diikat tali sebanyak 3 buah dengan ukuran rata-rata 20 meter tiap utas. Fungsi tali adalah untuk menahan tangga bambu pada saat bambu dimiringkan ke arah pohon cengkeh. Tali diikatkan ke arah belakang dan samping tangga bambu.

Selasa, 13 Maret 2012

Khasiat dan Fungsi MADU

Reputasi madu dalam mengatasi pernafasan tetap diakui, terutama untuk mengusir mucus/dahak atau cairan yang menyumbat saluran pernafasan. Masyarakat Yunani dan Romawi percaya dengan khasiat madu sebagai dekongestan (pelega hidung saat pilek).

Madu juga memiliki sifat sedative (penenang) yang ringan. Karena itu, masyarakat tradisional sering mencampurkan madu pada segelas susu untuk diminum sebelum tidur. Minuman ini membuat mereka rileks dan bisa segera tidur nyenyak.

Efek lain madu yang sejak lama diyakini adalah sebagai aprodisiak atau pembangkit gairah seksual. Sebagai tonikum, madu dicampur dengan kuning telur ayam mentah dan merica bubuk.

Madu juga dimanfaatkan untuk memelihara kondisi tenggorokan. Segelas air hangat dan madu merupakan ramuan tradisional yang biasa digunakan untuk mengikis radang tenggorokan. Bila mulut sariawan atau meradang, madu diencerkan dengan air untuk kumur. Meskipun bersifat melawan infeksi, madu tidak menyebabkan kerusakan gigi karena kemampuannya melawan bakteri penghasil asam laktat. Karena dapat bersifat basa, madu dapat melindungi lambung dan usus dari penumpukan asam di dalamnya. Luka-luka dalam usus juga akan cepat sembuh jika penderita selalu makan makanan yang dicampur madu.
PANDUAN MENGGUNAKAN SEARCH ENGINE (GOOGLE)

Satu-satunya alat atau fasilitas yang dipergunakan untuk mengeksplorasi berbagai data, informasi dan pengetahuan yang ada di internet adalah mesin pencari atau search engine. Search engine adalah sebuah program yang dapat diakses melalui internet yang berfungsi untuk membantu para pengguna komputer dalam mencari apa yang ia inginkan. Salah satu search engine terpopuler adalah Google yang dapat diakses pada alamat www.google.com.

Elemen utama dari sebuah Search Engine adalah kotak panjang tempat kita memasukkan kata kunci yang menjadi bekal awal dalam mencari apa yang kita cari. Setelah itu tekan tombol Enter atau klik tombol Google Search. Maka Google akan mencari di seluruh komputer yang terhubung ke internet berbagai jenis data baik dalam bentuk dokumen, gambar, audio maupun video yang di dalamnya mengandung kata yang kita masukkan tadi. Google akan menampilkan link (alamat) ke seluruh situs yang berhubungan dengan hasil pencarian tersebut. Kita tinggal meng-klik salah satu link yang relevan untuk dapat mengakses dokumen yang dimaksud.

Tulislah kata kunci yang dimaksud dengan benar karena Google akan mencari kata yang persis sama dengan yang kita tulis. Penulisan kata Amin dan Amien akan memberikan hasil yang berbeda. Di lain pihak, Google tidak membedakan antara huruf besar dan huruf kecil. Penulisan kata kunci Sulawesi atau sulawesi atau bahkan sULawEsI, akan memberikan hasil pencarian yang sama.

Setiap patah kata yang dimasukkan ke dalam kotak pencarian, akan dicari secara terpisah. Bila kita memasukkan kata kunci seperti berikut:

pangeran diponegoro

maka Google akan mencari halaman web yang mengandung kata pangeran dan halaman web yang mengandung kata diponegoro. Artinya, kata pangeran dan kata diponegoro dalam dokumen yang ditemukan oleh Google itu tidak mesti beriringan, bisa saja diantarai dengan kata-kata lain. Bahkan termasuk di dalamnya halaman web yang mengandung kata pangeran tapi tidak mengandung kata diponegoro.

Gunakanlah tanda kutip ( " ) yang mengapit frasa (kata majemuk) atau susunan kata tertentu untuk memaksa Google mencari halaman web yang mengandung susunan kata yang sama tanpa diselingi oleh kata-kata yang lain. Misalnya:

"pangeran diponegoro"

Teknik ini sangat efektif untuk mendapatkan hasil pencarian yang benar-benar relevan dan terfokus pada maksud yang kita cari.

Gunakan tanda plus (+) untuk mewajibkan Google mencari hanya halaman web yang mengandung semua kata kunci yang kita masukkan. Misalnya:

+beasiswa +magister +"luar negeri"

Hasilnya, Google hanya akan menampilkan halaman-halaman web yang mengandung semua kata tersebut. Dengan teknik ini, pencarian Google akan makin tajam dan terarah.

Sebaliknya, bila kita ingin agar suatu kata kunci tidak termasuk dalam situs yang ditemukan Google, kita menggunakan tanda minus (-). Misalnya: bila kita ingin mencari beasiswa seperti di atas tapi tidak ingin sekolah di Amerika atau Australia, maka kita bisa menulis:

+beasiswa +magister +"luar negeri" -Amerika -Australia

Teknik ini bisa digunakan untuk mempersempit hasil pencarian.

Pada umumnya situs-situs yang besar sudah menyediakan fasilitas pencarian lokal untuk web site mereka masing-masing. Search engine lokal ini berfungsi untuk mencari kata-kata kunci yang terdapat pada halaman-halaman web mereka sendiri, tidak mencari pada situs-situs lain. Namun bila suatu saat anda menemukan situs yang belum menyediakan mesin pencari lokal tersebut, anda bisa menggunakan Google untuk mencari kata-kata kunci pada situs tersebut dengan menggunakan kata site diikuti tanda titik dua kemudian nama situsnya (semunya tanpa spasi). Misalnya: kita ingin mencari artikel dan berita yang terkait dengan masalah korupsi pada situs koran Republika, maka kita tulis:

korupsi site:republika.co.id

Teknik di atas dapat pula digunakan untuk mengarahkan pencarian pada situs-situs dengan ciri khas tertentu. Misalnya, bila anda ingin mencari informasi tentang korupsi dari situs-situs pendidikan (education), anda bisa menulis:

korupsi site:edu

Bila anda ingin mencarinya dari situs-situs resmi pemerintah (government), tulislah:

korupsi site:gov

Untuk mengetahui arti dari domain, silakan baca artikel tentang Arti Domain.

Bagi anda yang mencari file-file dengan format tertentu saja untuk dijadikan referensi, dapat menggunakan kata filetype: dalam melakukan pencarian. Misalnya:

filetype:ppt +tutorial +coreldraw

Dengan cara ini, Google hanya memfokuskan pencarian pada file-file PPT (Microsoft PowerPoint) yang mengandung kata-kata tersebut di seluruh situs internet. Cara yang sama bisa anda gunakan untuk mencari file-file DOC (MS Word), XLS (MS Excels), PDF (Adobe Acrobat Reader), dan lain-lain.

Setelah Google menampilkan hasil pencariannya, periksalah terlebih dahulu mana kira-kira yang sesuai dengan maksud pencarian anda. Yang perlu anda perhatikan adalah konteks kalimat di sekitar kata kunci anda (tercetak tebal) dan nama/alamat website yang tertera di bawahnya. Bila anda ingin membuka suatu link yang diberikan oleh Google, klik-kanan pada link tersebut lalu pilih open in new window agar jendela Google itu sendiri tetap ada dan tidak terganti. Dengan demikian anda tetap bisa melihat dan membuka link-link lain yang ditampilkan oleh Google. Bila anda masih ingin memeriksa hasil pencarian Google yang dimuat pada halaman yang lain, klik link nomor halaman atau kata next yang terdapat pada bagian bawah halaman hasil pencarian.Bila anda masih kurang puas dengan hasil pencarian Google, anda bisa memanfaatkan fasilitas Advanced Search dari Google yang akan memberikan kemudahan bagi anda dalam mengatur apa yang harus dicari oleh Google, misalnya dalam hal bahasa, filterisasi, format file, informasi yang baru di-update dan lain-lain.

Senin, 12 Maret 2012

Teka-teki Manggarai

BUNDU MANGGARAI / TEKA TEKI

1. Wae pantar leleng one: Nio
 Air yang terdapat di dalam : Kelapa
2. Mbaru dite ce’e ngger eta ulun, mbaru data peang ngger wa ulun: Wani
 Rumah kita di sini atapnya di atas, tetapi rumah orang luar atapnya di bawah: Lebah Madu
3. Wentar bendera wan dere kolong: Manuk
 Bendera berkibar langsung menyanyi: Ayam
4. Ca wase wengke toe nganceng lulung: Salang
 Satu tali panjang tidak bisa digulung: Jalan raya
5. Paki-paki toe ganceng: Wae
 Dipotong-potong tidak bisa: Air
6. Dugu remeng koen pake baju ta’a, dugu tu’an pake baju wara: Nggurus
 Waktu kecil pakai baju hijau, waktu tua dia pakai baju merah: Lombok
7. Dugu remeng koen pake baju, woko dugu tu’an tama pake bajun: Pering
 Waktu kecil dia pakai baju, waktu tua dia tidak pakai baju: Bambu
8. Pau one longka jarang anak: Sontak cepa
 Jatuh ke dalam lubang kuda anak: Alat tumbuk sirih pinang
9. Laun ruca werut wok: Tai
 Rusa sudah lewat, perangkap rapat lagi: Waktu buang feses.
10. Cicep du ri’i nio waga: Wulang
 Simpan di atap ilalang kelapa yang sudah dibelah: Bulan
11. Susun watu tesong payung: Padut
 Susun batu pakai payung: Pepaya
12. Aku lelo hau, hau lelo aku: Cermin
 Saya lihat kamu, kamu lihat saya: Cermin
13. Hang laen oke loken: Muku
 Makan isi buang kulit: Pisang
14. Emo lopo ninik nggolo de run: Pering
 Kakek lihat pantat sendiri: Bambu
15. Kois baju pua wuan: Toro
 Buka baju petik buahnya: Terung

16. Leso eta golo meti bon tacik wa: Lampu pelita
 Matahari di gunung, air laut kering: Lampu pelita
17. Haeng eta golo ruca ceang wa bea: Hutu
 Rusa dapat di gunung, dipotong di lembah: Kutu
18. Lalong bakok lage laga: Iso
 Jago putih lompat pagar: Air liur
19. Hi ngkolak weo le run: Neon
 Si Botak gantung diri: Lampu Neon
20. Eme rokot toe rokot bon, eme weri toe wini: Mayat
 Dibungkus bukan bungkusan, ditanam bukan tanaman: Kubur mayat
21. Wulu eta mai, wulu wa mai, wulu rapet mora tanah lino: Mata
 Bulu di atas, bulu dari bawah, bulu ketemu bulu, hilang dunia: Mata
22. Nggasar wa’i kaba ncias: Korek api
 Kaki kerbau jatuh langsung nyala: Korek api
23. Kedok wiwir todo ngis: Porok
 Bibir jatuh tumbuh gigi: Jantung pisang
24. Wase pongo lino: Ikat pinggang
 Tali pengikat dunia: Ikat pinggang
25. Todo denger one nampar: Saung tilu
 Tumbuh jamur di jurang: Daun telinga
26. Ca kali ata inung langu taung lawa do: Pecu
 Satu orang yang minum, semua orang mabuk: Kentut
27. Enden tulis anakn baca: Manuk
 Itu menulis anak membaca: Ayam
28. Ongga enden anak: Ngencung
 Pukul ibu si anak: Lesung
29. Lonto aku, lonto hau, lako aku lako hau: Nili
 Saya duduk, kamu duduk, saya jalan kamu jalan: Bayangan
30. Lonto lodok lako larik: Ndesi
 Duduk patokan jalan larik: Kestela
31. Cengka lewang ita ela rae: Lema
 Buka lubang lihat babi batam: Lidah

Keuskupan Ruteng Selayang Pandang

KEUSKUPAN RUTENG


Sejarah Singkat Pertumbuhan dan Perkembangan Gereja Katolik di Keuskupan Ruteng
Gereja pada prinsipnya memiliki sejarah. Demikian halnya dengan Gereja Manggarai. Gereja Manggarai bertumbuh dan berkembang sesuai periode waktu dan sesuai situasi zaman. Fakta pertumbuhan dan perkembangan Gereja Manggarai yang mengarah kepada Gereja masa depan terekam jelas dari penghayatan iman umat serta perkembangan jumlah umat. Demikian halnya dengan pertambahan jumlah hierarki Gereja. Bagaimana persis pertumbuhan dan perkembangan Gereja Manggarai, semuanya dibahas dalam beberapa periode waktu pertumbuhan dan perkembangan.

Periode Misionaris Jesuit (Sebelum Tahun 1914)
Misionaris Jesuit merupakan imam yang pertama kali mengunjungi wilayah barat Manggarai pada tahun 1910-1911. Pastor Engbers SJ, sebagai Pastor tetap untuk Sikka, pada tanggal 14-19 Juni 1911 dengan menumpang kapal kapten De Kock datang dari Maumere ke Labuan Bajo. Dia mengunjungi orang Katolik asal Larantuka yang bekerja sebagai penyelam mutiara di Labuan Bajo. Di Labuan Bajo, Pastor Engbers mempermandikan anak-anak Larantuka. Dalam kunjungan tersebut, beberapa kali misionaris singgah dan berpastoral juga di Reo.
Pada tanggal 17 Mei 1912, Pater Loojmans SJ membaptis orang Manggarai yang pertama masuk agama Katolik di Reo. Mereka adalah Katarina, Henricus, Agnes Mina, Saecilia Weloe, dan Helena Loekoe. Mereka dibaptis dalam usia dewasa dan langsung menerima sakramen nikah suci pada hari yang sama.

Periode Awal Karya Misionaris SVD (tahun 1914-1920)
Pada bulan Oktober 1914, Mgr Petrus Noyen SVD berlayar ke Reo, Labuan Bajo, kemudian ke Ruteng. Hal yang sama dia lakukan pada bulan November 1915. Dari tahun 1916-1920, P. Wilhem Baack SVD selaku inspektur sekolah misi menjelajahi wilayah Manggarai dari jurusan Timur: Waemokel, Borong, Sita, Ruteng, Reo, sambil merayakan ekaristi dan mempermandikan umat.

Periode Pembentukan Struktur Hirarki (Tahun 1920-1961)
Stasi-stasi induk misi katolik mulai dibentuk dari tahun 1920-1924. Pada tanggal 23 September 1920 didirikan stasi induk Ruteng sebagai pusat wilayah misi Manggarai bagian tengah. Stasi ini dipimpin oleh P. Bernhard Glaneman SVD yang berdomisili di Ruteng. Pada tanggal 6 Maret 1921, P. Wilhem Yansen SVD menetap di Lengko Ajang sebagai pusat misi di wilayah Manggarai Timur. Pada tanggal 6 April 1924, P. Franz Eickmann SVD datang ke Rekas sebagai pusat wilayah misi di Manggarai Barat. Pada tahun 1925 sudah ada dua paroki dengan 7036 umat di Manggarai.
Gereja Katolik Manggarai mendapat status dekenat dengan Deken pertamanya P.Thomas Koning, SVD pada tanggal 29 September 1929. Pada tahun ini mulai dirintis pembangunan Gereja Katedral yang kemudian baru selesai dibangun tahun 1931. Pembangunan Gereja Katedral merupakan simbol awal persatuan Gereja Katolik Manggarai. Kemudian Dekenat Manggarai ditingkatkan statusnya menjadi Vikariat Apostolik Ruteng dengan Vikaris Apostolik pertama P. Wilhelmus Van Bekkum SVD pada tanggal 8 Maret 1951, kemudian P. Wilhelmus Van Bekkum SVD dithabiskan menjadi Uskup pada tanggal 13 Mei 1951.

Periode Sebagai Keuskupan (1961 – sekarang)
Dalam periode ini telah ada tiga Uskup yang berturut-turut memimpin keuskupan Ruteng. Pertama, masa Episcopat Mgr. Wilhelmus Van Bekkum SVD. Vikariat Apostolik Ruteng berubah status menjadi keuskupan pada tanggal 3 Januari 1961 dengan Uskup pertama Mgr. Wilhelmus Van Bekkum SVD. Pada masa ini mulai diletakkan dasar untuk secara intensif dimulai karya penyebaran iman, karya inkulturasi, dan mulai merintis pemandirian di bidang ketenagaan. Tanggal 31 Januari 1972, Mgr Wilhelmus Van Bekkum SVD dengan hormat dibebaskan dari tugas dan jabatannya sebagai Uskup Ruteng.
Kedua, masa Episcopat Mgr. Vitalis Djebarus SVD. Sejak 31 Januari 1972, P. Vitalis Djebarus SVD diangkat menjadi administrator Apostolik keuskupan Ruteng. Kemudian pada tanggal 5 Mei 1973 dithabiskan menjadi Uskup Ruteng yang kedua. Pada tanggal 4 Januari 1981, Mgr, Vitalis Djebarus SVD, dibebaskan dari tugas dan jabatannya sebagai Uskup Ruteng dan sekaligus diangkat menjadi Uskup Denpasar.
Ketiga, masa Episcopat Mgr. Eduardus Sangsun SVD. Pada tanggal 3 Desember 1984, Mgr. Eduardus Sangsun SVD, diangkat oleh Takhta Suci menjadi Uskup Ruteng. Pada tanggal 25 Maret 1985 beliau dithabiskan menjadi Uskup Ruteng ketiga sampai sekarang ini.

Sistem Perkawinan Adat Manggarai

Sistem Perkawinan Menurut Adat Manggarai

a. Cangkang
Perkawinan di luar suku atau perkawinan antar suku. Dalam bahasa adanya dikatakan laki pe’ang atau wai pe’ang (anak wanita yang kawin di luar suku). Orang yang laki pe’ang atau wai pe’ang membuka jalur hubungan baru dengan suku-suku lain. Dengan itu keluarga besar lebih lebar jangkauan hubungan woe nelu-nya. Dari praktek orang tua tempo dulu, orang yang laki pe’ang bukan sembarang orang. Biasanya dari kalangan keluarga yang mampu membayar belis atau paca. Karena paca itu sendiri bukan cuma soal uang atau hewan, tetapi terutama soal harga diri dan martabat dari kedua belah pihak, antara keluarga pria dan wanita.
b. Tungku
Perkawinan untuk mempertahankan hubungan woe nelu, hubungan anak rona dengan anak wina yang sudah terbentuk akibat perkawinan cangkang. Laki-laiki dan wanita yang kawin tungku disebut saja laki one dan wai leleng one.
Pemuda yang laki one dapat berarti pria yang kawin tungku, juga berarti perkawinan terjadi di dalam atau di sekitar kampung asalnya.
Demikian pula terhadap wanita yang wai leleng one. Berbicara tentang paca untuk orang yang laki one dan wai leleng one tergantung pada jenis tungku.
Menurut adat Manggarai ada beberapa jenis tungku :
- Tungku cu atau tungku dungka
Kawin antara anak laki-laki dari ibu kawin dengan anak perempuan dari saudara itu atau om.
- Tungku nereng nara
- Tungku anak de due
- Tungku canggot
- Tungku ulu atau tungku sa’i
- Tungku salang manga
- Tungku dondot
c. Cako
Perkawinan dalam suku sendiri. Biasanya anak laki-laki dari keturunan adik dan anak perempuan dari keturunan kakak. Disebut juga sebagai perkawinan cako cama tau. Perkawinan cako biasanya orang tua mulai mencobanya pada lapisan ketiga atau lapisan keempat dalam daftar silsilah keluarga. Mengapa dikatakan mencoba? Karena menurut adat Manggarai, tidak semua perkawinan cako direstui mori agu ngaran. Orang Manggarai percaya bahwa Tuhan-lah yang menentukan apakan perkawinan itu direstui atau tidak. Ada bukti bahwa perkawinan cako tidak direstui, bahwa kedua insan yang menikah itu mati pada usia muda sebelum memperoleh anak.
Perkawinan cako cama salang artinya perkawinan yang dilangsungkan dengan sesama anak wina. Dalam konteks ini belis tidak dituntut sesuai dengan kemampuan kita. Berlaku ungkapan tama beka salang agu beka weki.