Selamat datang di blog ini. Berisi informasi tentang BUDAYA, BUNDU/teka-teki, HIERARKI GENDANG, TOMBO TURUK, SUNGKE, IRENG, ADAK, IMBI DATA TU'A, dan berbagai hal tentang adat budaya tanah Manggarai - Flores - NTT
Senin, 14 Januari 2013
Manfaat Tidur Menghadap ke Kanan
Secara anatomis, otak manusia terbagi menjadi dua bagian kanan dan kiri. Bagian kanan adalah otak yang mempersarafi organ tubuh sebelah kiri dan sebaliknya. Umumnya kita menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang dan lainnya. Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang mempersarafi segala aktiftas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur/diam. Bahaya tersebut meliputi pengendapan bekuan darah, lemak , asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah. Sehingga jika seseorang beresiko terkena stroke, maka yang beresiko adalah otak bagian kanan, dengan akibat kelumpuhan pada sebelah kiri (bagian yang tidak dominan).
2. Mengurangi beban jantung.
Posisi tidur kesebelah kanan yang rata memungkinkan cairan tubuh (darah) terdistribusi merata dan terkonsentrasi di sebelah kanan ( bawah ). Hal ini akan menyebabkan beban aliran darah yang masuk dan keluar jantung lebih rendah. Dampak posisi ini adalah denyut jantung menjadi lebih lambat, tekanan darah juga akan menurun. Kondisi ini akan membantu kualitas tidur. Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan karena posisi jantung yang lebih condong berada di sebelah kiri. Tidur bertumpu pada sisi kiri menyebabkan curah jantung yang berlebihan, karena darah yang masuk ke atrium juga banyak yang disebabkan karena paru-paru kanan berada di atas. Sedangkan paru-paru kanan mendapatkan pasokan darah yang lebih banyak dari paru-paru kiri.
3. Mengistirahatkan lambung.
Lambung manusia berbentuk seperti tabung berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap kearah kanan bawah. Jika seorang tidur kesebelah kiri maka proses pengeluaran chime ( makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung ) akan sedikit terganggu, hal ini akan memperlambat proses pengosongan lambung. Hambatan ini pada akhirnya akan meningkatkan akumulasi asam yang akan menyebabkan erosi dinding lambung. Posisi ini juga akan menyebabkan cairan usus yang bersifat basa bias masuk balik menuju lambung dengan akibat erosi dinding lambung dekat pylorus.
4. Meningkatkan pengosongan kandung empedu, pankreas.
Adanya aliran chime yang lancar akan menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, hal ini akan mencegah pembentukan batu kandung empedu. Keluaran getah pancreas juga akan meningkat dengan posisi mirin ke kanan.
5. Meningkatkan waktu penyerapan zat gizi.
Saat tidur pergerakan usus menigkat. Dengan posisi sebelah kanan, maka perjalanan makann yang telah tercerna dan siap di serap akan menjadi lebih lama, hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada dibawah. Waktu yang lamam selamat tidur memungkinkan penyerapan bias optimal.
6. Merangsang buang air besar (BAB)
Dengan mtidur miring ke sebelah kanan , proses pengisian usus besar sigmoid ( sebelum anus ) akan lebih cepat penuh, jika sudah penuh akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga mudah buang air Besar.
7. Mengisitirahatkan kaki kiri
Pada orang dengan pergerakan kanan, secara ergonomis guna menyeimbangkan posisi saat beraktifitas cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan. Sehingga kaki kiri biasanya cenderung lebih merasa pegal dari kanan, apalgi kaki posisi paling bawah dimana aliran darah balik cenderung lebih lambat. Jika tidur miring kanan , maka pengosongan vena kaki kiri akan lebih cepat sehingga rasa pegal lebih cepat hilang.
8. Menjaga kesehatan paru-paru
Paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan dengan paru-paru kanan. Jika tidur miring ke sebelah kanan, jantung akan condong ke sebelah kanan. Hal ini tidak menjadi masalah karena paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika bertumpu pada sebelah kiri, jantung akan menekan paru-paru kiri yang berukuran kecil, tentu ini sangat tidak baik.
9. Menjaga saluran pernafasan
Tidur miring mencegah jatuhnya lidah ke pangkal yang dapat mengganggu saluran pernafasan. Tidur dengan posisi telentang, mengakibatkan saluran pernafasan terhalang oleh lidah. Yang juga mengakibatkan seseorang mendengkur. Orang yang mendengkur saat tidur menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Bahkan terkadang dapat mengakibatkan terhentinya nafas untuk beberapa detik yang akan membangunkannya dari tidur. Orang tersebut biasanya akan bangun dengan keadaan pusing karena kurangnya oksigen yang masuk ke otak. Tentunya ini sangat mengganggu kualitas tidur. sumber: http://www.nyatanyatafakta.info
Senin, 05 November 2012
Mbaru Niang Wae Rebo
Suku ini terletak di desa Wae Rebo yang bisa ditempuh 4 jam perjalanan darat dari Ruteng dengan medan berkelok menuju Desa Dintor.
Dari Dintor, jalan langsung menanjak. Melewati pematang sawah dan jalan setapak dari Sebu sampai Denge. Tak sampai di situ, perjalanan masih berlanjut menuju Sungai Wae Lomba. Barulah setelah sungai itu, Anda akan tiba di Desa Wae Rebo.
Nah di desa ini kamu akan menemui kehidupan suku Wae Rebo yang masih sangat alami, jika kamu berkunjung ke desa ini maka kamu akan melihat rumah adat suku ini yang sangat unik.
Rumah adat milik suku Wae Rebo ini disebut Mbaru Niang. Rumah adat Mbaru Niang ini sangat unik berbentuk kerucut dan memiliki 5 lantai. Setiap lantainya memiliki ruangan dengan fungsi yang berbeda beda.
Pada lantai pertama rumah ini yang disebut lutur atau tenda akan di gunakan oleh si pemilik rumah untuk melakukan aktifitas sehari-hari.
Lantai kedua yang disebut lobo, adalah tempat menyimpan bahan makanan atau barang. Lantai ketiga yang disebut lentar, adalah tempat menyimpan benih tanaman hasil bercocok tanam.
Lantai empat, disebut lempa rae, adalah tempat menyimpan stok cadangan makanan yang berguna saat hasil panen kurang banyak.
Sedangkan pada lantai kelima yang terdapat di puncak rumah digunakan untuk menyimpan aneka sesajian si pemilik rumah.
Rumah adat Mbaru Niang ini jika dilihat sekilas maka akan mirip seperti rumah adat suku Dani di Papua. Namun, bentuk kerucut di Mbaru Niang lebih mendominasi bangunan dengan atap yang hampir menyentuh tanah. Atap yang digunakan rumah adat Mbaru Niang ini menggunakan daun lontar.
Jika kamu mengunjungi rumah adat ini maka si pemiliki rumah tidak akan ragu untuk mengajak kamu masuk ke dalam rumahnya untuk melihat-lihat keunikan rumah adat suku mereka.
Kamis, 23 Agustus 2012
Tombo Toso-Dimar (Pelangi)
Beo de darat, beo bate ka’engd one pong-pong agu one sangged temek (rawa) agu du haju pongkos ata rintengd olod. Jari eme cai usang ta’a ko usang mela, manga itad lite cambu-cambud (kadang-kadang) one pong ko du temek ata cengit keta, wendarn toso-dimar (pelangi) one mai pong benca kole one pong haed. Eme wendary toso-dimar hitu, ita lite manga sua tarad, ta’a (hijau) atu waray (merah). Nuk dite toso-dimar tu’ung, kaling po pari ceca (jemur pakaian) de darat.
Eme manga toso-dimar nenggitu, re’ing keta anak koe lata tu’a te toso (menunjuk) le lime toso dimar hitu. Ai eme toso le lime leng lite toso dimar hitu, tompok (buntung) tai lime dite. Jari eme poli toson lite paka domek kole nggerwa dua riti de ru lime rempa hitu te toso laing hitu bo. Agu eme kudut te gelang moran toso dimar paka pande neho runing mbet ite.
Tombo tara mangan Rana Mese
Tombo tara mangan Rana Mese
Tombo rani taud Rana Mese agu Rana Hembok. One danong sano Rana Mese toe danga mesen. Maik sano Rana Hembok mese da’at.
Ca leso, ise te sua kudut rampas taud. Rajan rampas dise te sua situ, ai tae de Rana Hembok: “Aku rajan latang kudut perenta hau”. Maik tae diha sano Rana Mese: “Toe hau, aku kali raja”. Mai tae diha Rana Hembok: “Neka perenta le hau sano Rana Rawuk, Rana Ka. Agu sangged ro’eng Mandu Sawu, Tado Walok, Kasi Teno, Ngando Lawa agu Nggolong Tede. Sangged situ paka perenta laku taung”. Tae de sano Rana Mese: “Toe nganceng le haus perentad. Paka laku taungs perentad”. Poli gangga hitu, hitu mangan rampas tau, lete leso rampas taud.
Ca leso, cai one ruis sano Rana Mese sua taud ata manusia tu’ung, one mai beo Mano. Ata sua situ kole kawe wua. Ise weleng, toe pecing kole salang. Mai tae data darat one mai sano Rana Mese: “Mai keta nemaid ite ta, keraeng?” Wantil dise: “Ami one mai beo Mano, ata kole one mai puargm”. “Campe koe ami ta, keraeng,” tegi data darat situ. “Kudut te co’o, keraeng?” wantil dise: “Kudut rampas tau agu darat Rana Hembok keraeng,” tae diha. “Di’a keraeng,” tae dise.
Poli hitu wangka rampas taud ise. Korung dise, one mai tuna. Agu wokat one mai kuse. Woko peke le darat Rana Hembok ise ata Mano le tuna agu le kuse, toe manga beti cekoen one weki dise. Agu sangged tuna ata peke dise ndapu lise pati sua, latang te hang dise. Woko ise ita pande data Mano situ, rantang ketas ise. Beheng ge wa rampas dise, taungs tuna de darat situ. Ata Mano sua tau sio, paki keta taungs darat sano Rana Hembok. Itu tara toe mesen Rana Hembok dengkir agu te ho’on. Ai poli rudu de Rana Mesen danong. Agu du poli rampas hitu ata Mano sio, tei wina le darat gici cad. Wiga sangged ata Mano danong, pecing janto keta taungs.
Sumber: Manggarai Texts V, 1978
Manfaat Keringat
Manfaat Keringat
Karena takut haus dan capek, seringkali kita menghindari banyak agar tak berkeringat. Bahkan, ada beberapa orang yang sama sekali tak mau berkeringat, walau sedang tidak di bulan puasa. Jalan sedikit, malas. Keluar dari kenyamanan ruangan ber-AC apalagi.
Sesungguhnya, ada banyak manfaat berkeringat bagi tubuh. Yakni, diantaranya:
1. Membuang racun dari tubuh
Berkeringat dapat membersihkan zat berbahaya seperti alkohol, kolesterol dan garam dari tubuh. Penelitian menemukan bahwa 30% racun dari tubuh dibuang lewat keringat. Ginjal membutuhkan waktu 24 jam untuk mengeluarkan racun berbahaya dari tubuh, namun berkeringat menghilangkan racun lebih cepat.
2. Memperlancar sirkulasi darah
Berkeringat juga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan pembuluh darah. Ketika tubuh memanas dan mengeluarkan keringat, jantung bekerja lebih keras untuk meningkatkan sirkulasi darah. Mekanisme ini bermanfaat bagi kesehatan jangka panjang.
3. Mempercantik kulit
Keringat mengandung sejumlah kecil antibiotik yang dapat melawan bakteri yang ditemukan secara alami pada kulit. Berkeringat juga dapat membersihkan pori-pori yang sehingga membuat kulit terlihat cerah dan halus. Banyak berkeringat juga dapat memperlambat tanda-tanda penuaan dini dan mengurangi efek kerusakan kulit.
4. Membakar kalori
Berkeringat juga bisa membantu menurunkan berat badan. Ketika tubuh dipanaskan saat berolahraga, lemak dalam tubuh larut dalam air dan keluar dari tubuh lewat keringat. Berkeringat dapat membakar 300 kalori per jam.
5. Menurunkan stres
Keringat tidak secara langsung dapat menurunkan stres atau meningkatkan suasana hati. Namun, meningkatkan panas tubuh dengan berolahraga atau sauna memiliki efek positif. Endorfin dan bahan kimia lainnya yang dilepaskan saat berolahraga secara alamiah meningkatkan mood dan menurunkan stres.
Sumber:
jadigitu


